Laga Lawan PSG Tidak Akan Tentukan Nasib Solskjaer

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand percaya bahwa Ole Gunnar Solskjaer merupakan kandidat terkuat untuk menjadi manajer permanen MU. Menurut pandangan Ferdinand, hasil pertandingan melawan PSG tidak akan mengubah keputusan manajemen MU terhadap Solskjaer.

Solskjaer yang ditunjuk menjadi pelatih interim MU dinilai banyak pihak akan menjadi kandidat kuat pelatih permanen MU. Manajer Molde itu terbukti sudah membuat Manchester United bermain dengan sangat baik dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak pihak menilai Solskjaer sedikit lagi akan segera diresmikan menjadi manajer permanen MU. Namun banyak yang percaya bahwa manajemen MU hanya akan memberikan jabatan itu kepada Solskjaer jika ia mampu membawa setan merah lolos ke babak perempat final Liga Champions musim ini.

Ferdinand percaya bahwa Solskjaer akan melakukan mujizat jika membawa MU lolos ke babak perempat final. “Jika mereka menang nanti, mereka akan mendapatkan hasil yang luar biasa fantastis,” buka Ferdinand kepada BT Sports.Ferdinand menegaskan bahwa meski MU menang atau kalah di Prancis nanti, ia percaya bahwa manajemen MU akan tetap menunjuk Solskjaer sebagai manajer permanen mereka.

“Saya rasa apapun hasil pertandingan nanti, tidak akan mengubah penilaian mereka [Manajemen MU] terhadap Ole Gunnar Solskjaer.

“Ketika pertama kali undian ini diumumkan, semua orang mengatakan bahwa Man United akan tersingkir dan saya rasa hal itu memang akan terjadi nanti.”Ferdinand menilai kekalahan MU atas PSG itu tidak bisa dihindarkan karena ia menilai juara Liga Prancis itu sudah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Jika anda melihat ke belakang, maka anda melihat Man United akan menatap ke bawah saat melihat Paris Saint-Germain di Sepakbola Eropa.”

“Namun saat ini PSG terlihat menjadi tim yang lebih besar, namun mereka bukan klub yang lebih besar. Mereka memang memiliki tim yang bagus, sehingga ada pergeseran yang nyata untuk saat ini.” tandasnya.


Mbappe Suatu Saat Nanti Bisa Berada di Level Ronaldo dan Messi

Eks penyerang PSG Pauleta menyebut Kylian Mbappe suatu saat nanti bisa meraih level yang sama dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dan sering memenangi Ballon d’Or.

Mbappe masih berusia 20 tahun. Akan tetapi ia sudah meraih sejumlah prestasi mengagumkan.

Ia membawa PSG menjadi juara League 1. Yang lebih fenomenal, ia membawa timnas Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018.

Saat ini ia sudah disebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Akan tetapi levelnya dianggap masih di bawah Ronaldo maupun Messi.Pauleta mengaku yakin Mbappe pasti akan bisa mencapai level pemain Juventus dan Barcelona itu. Ia juga yakin eks pemain AS Monaco itu bakal bisa memenangkan beberapa penghargaan Ballon d’Or.

“Sudah dua atau tiga tahun sekarang ia mengesankan semua orang. Ia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan kapan saja, ia telah mencapai level yang sangat tinggi dan telah memenangkan banyak hal ketika masih di awal karirnya. Ia adalah pemain yang bisa membuat penggemar menyukai PSG,” ujarnya pada L’Equipe.

“Ia bisa mencapai level Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo dan memenangkan beberapa Ballon d’Or,” sambung Pauleta.

“Ia juga bisa terus menang bersama PSG. Klub telah melakukan banyak hal untuknya, saya harap ia akan tinggal di sana. Ketika Anda muda, Anda selalu dapat belajar dan bahkan melangkah lebih tinggi lagi,” cetusnya.Sementara itu kiper PSG yakni Gianluigi Buffon memprediksi siapa pemain yang nanti akan mendominasi penghargaan Ballon d”or dalam 10 tahun ke depan. Buffon menyebut nama Neymar dan Mbappe.

“Saya rasa mereka diciptakan untuk main bersama,” kata Buffon seperti dikutip Marca.

“Mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Neymar lebih lengket dengan bola, sementara Kylian memiliki kecepatan, kekuatan dan insting gol. Mereka saling melengkapi.”


Eks PSG: Mbappe Lebih Mirip Ronaldo Ketimbang Messi

Eks bomber PSG Pauleta menyebut Kylian Mbappe memiliki gaya main yang lebih mirip dengan Cristiano Ronaldo ketimbang Lionel Messi.

Mbappe merupakan salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini. Penyerang PSG ini pun kerap dikait-kaitkan dengan Ronaldo ataupun Messi.

Sebab mereka sama-sama pemain yang gesit, punya skill olah bola brilian, sulit dimatikan dan punya insting gol tinggi. Pemain yang masih berusia 20 tahun itu pun diklaim bakal bisa mengikuti jejak Ronaldo maupun Messi meraih banyak trofi Ballon D’Or.Pauleta kemudian ditanya, di masa depan, Mbappe akan jadi mirip Ronaldo atau Messi. Pria asal Portugal itu menyebut Mbappe lebih mirip CR7.

“Ia lebih mengingatkan saya pada Cristiano Ronaldo, yang mulai di satu sisi dan semakin berkembang,” cetusnya pada L’Equipe.

“Saya melihatnya menuntaskan peluang seperti pemain yang mengenakan jersey nomor 9, tapi saat ini ia masih belum jadi pemain di posisi itu,” seru Pauleta.

“Saya lebih suka ia di sisi kiri karena ia suka masuk ke dalam dengan kaki kanannya. Ia memiliki lebih banyak ruang di satu sisi untuk membuat kekuatannya diperhitungkan. Tapi Ia bisa berkembang menjadi pemain No. 10, di belakang satu atau dua penyerang,” terangnya.Mbappe selama ini sering ditempatkan sebagai winger, khususnya di kanan. Namun belakangan ini ia sering dipasang sebagai penyerang tengah karena cederanya Edinson Cavani.

Pelatih PSG Thomas Tuchel kemudian angkat bicara soal hal itu. Ia meyakini lama kelamaan Mbappe pasti akan terbiasa bermain di posisi itu.

“Saya tidak melihatnya sebagai pemain yang mirip Messi tetapi sebagai seorang penyerang asli,” ujarnya pada BT Sport.

“Tapi, bagi saya, ia bisa menjadi striker terbaik di dunia. Ia sedang menuju ke sana,” seru Tuchel.


Bakayoko Ingin Antarkan Milan Kembali ke Liga Champions

menegaskan siap melakukan apapun agar bisa mengantarkan AC Milan kembali ke habitat aslinya, Liga Champions.

Milan sudah lama tidak berlaga di kompetisi paling elit di Eropa tersebut. Rossoneri terakhir mencicip Liga Champions pada musim 2013-14.

Pasalnya mereka selalu finis di luar zona tiga besar. Bahkan pada musim 2014-15, mereka sempat finis di peringkat 10.

Namun secara bertahap Milan bisa finis lebih baik tiap musim. Dan musim ini Rossoneri berpeluang besar untuk bisa meraih tiket ke UCL.Saat ini, Milan sedang nangkring di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A. Mereka mengoleksi 48 poin dari 26 laga.

Ancaman terbesar mereka datang dari Inter Milan, yang sekarang ada di posisi keempat dengan raihan 47 poin. Meski demikian, Bakayoko menegaskan siap berjuang maksimal demi membuat Milan ke UCL lagi.

“Saya melakukan segalanya untuk lolos ke Liga Champions. Sudah lima tahun sejak para penggemar Milan telah mendengar lagu Liga Champions dan saya ingin berada di sana saat berikutnya terdengar di San Siro,” ucapnya pada France Football.

“Saya mengalami musim yang baik, saya sangat berterima kasih kepada Milan. Saya sangat senang di sini, meskipun pada awalnya, saya dikritik. Tapi itu normal, mereka mengharapkan lebih, tidak ada masalah.”Bakayoko kemudian membahas masa depannya bersama Milan. Ia mengatakan sejauh ini semuanya masih tidak jelas.

“Ketika saya memikirkan masa depan saya, semuanya buram total,” ujarnya pada FF.

“Saya tidak bisa mengosongkan kepala saya,” keluh Bakayoko.

Bakayoko memperkuat Milan dengan status pinaman dari Chelsea selama satu musim. Pemain berusia 24 tahun ini sendiri sebelumya sering mengaku betah di San Siro dan siap bertahan selama mungkin di klub tersebut.


Solskjaer 100 Persen Percaya MU Bisa Lewati PSG

Meski peluang untuk melaju lebih jauh di Liga Champions tengah menipis, namun Ole Gunnar Solskjaer ogah kibarkan bendera putih. Pelatih Manchester United tersebut yakin timnya bisa membalikkan situasi di leg kedua nanti.

Seperti yang diketahui, Manchester United tak berdaya saat bertemu PSG di markas kebanggaannya, Old Trafford. Dengan kekalahan 2-0, jalan bagi klub raksasa Premier League tersebut kini semakin terjal untuk dilewati.

Situasi leg kedua pun terbilang tak menguntungkan untuk The Red Devils. Mereka wajib meraih kemenangan minimal dengan skor 3-0 atas PSG yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk bisa lolos ke babak berikutnya.

Apapun Bisa Terjadi
Seolah belum cukup, Manchester United pun datang ke Parc des Princes dengan keadaan yang pincang. Mereka tidak akan diperkuat oleh sejumlah pemain seperti Anthony Martial dan Juan Mata karena cedera dan Paul Pogba yang diganjar kartu merah pada leg pertama.

Tapi, Solskjaer sepertinya belum menemukan alasan yang tepat untuk mengibarkan bendera putih. Dalam konferensi pers jelang laga, pria asal Norwegia tersebut menyatakan bahwa dirinya percaya bisa membalikkan keadaan seperti yang dilakukan banyak tim di musim lalu.

“Ini adalah ujian yang sulit, tapi kami mampu melakukannya. Kami butuh gol pertama dan tetap fokus pada pertandingan. Apapun masih bisa terjadi. Kami butuh rencana yang bagus,” tutur Solskjaer seperti yang dikutip dari Goal.

“Semuanya tahu kami mampu melakukannya. Tahun lalu, Juventus kalah 0-3 atas Real Madrid dan mereka sempat unggul 3-0 di leg kedua, juga PSG vs Barcelona [di tahun 2017]. Ada banyak contoh tim yang mampu Mampu Tandingi PSG
Dengan situasi yang terpojok sedemikian rupa, Solskjaer percaya bahwa kemampuan terbaik anak asuhnya akan keluar. Bahkan ia sangat yakin bahwa kualitas pemain Manchester United bisa mengimbangi PSG jika berada di puncak performanya.

“Saat tak ada yang yakin dengan anda, akan selalu ada karakter yang harus ditunjukkan. Pemain-pemain ini tidak terbiasa tumbang dan kami tidak senang dengan kekalahan di leg kandang,” tambahnya.

“Pada kondisi terbaik kami, kami bisa menandingi mereka. Kami harus mencetak gol pertama dan semuanya masih bisa terjadi. Gol selalu mengubah permainan dan bila kami mendapatkannya pertama, kami akan mulai percaya,” tandasnya.

Sejak kalah dari PSG, Manchester United berhasil menyapu tiga dari empat pertandingan terakhirnya dengan kemenangan. Terakhir, The Red Devils berhasil menuntaskan perlawanan Southampton dengan skor 3-2 di ajang Premier League.