Tips Backpacking Jalan-Jalan Sendiri ke Jepang

Tips Backpacking Jalan-Jalan Sendiri ke Jepang

Tips Backpacking Jalan-Jalan Sendiri ke Jepang

Tadalafilonlinecheapestprice – Jepang ialah salah satunya tujuan favorite berlibur yang booming untuk turis Asia, termasuk juga orang Indonesia yang kembali senang trend obyek wisata kekinian. Karena itu kesempatan ini Javamilk akan sharing rangkaian artikel yang dapat jadi tips anda wisata ke Jepang tiada pakai tur.

Artikel akan ditambah serta di publish seiring berjalannya waktu, jadi yakinkan anda bookmark halaman penting ini.

Rencana Wisata ke Jepang

Dapat tidak jalan sendiri ke Jepang tiada tur? Dapat sekali.
Cost hidup di Jepang mahal? Menurut saya makan serta hotel tidaklah terlalu (di banding Singapore/HK).
Bagaimana dengan permasalahan bahasa? Pada saat Anda telah rencana serta ticket, kita dapat kurangi hubungan dengan masyarakat lokal. Sangat mentok ialah nanya tourist office yang berada di stasiun kereta, dimana mereka dapat bahasa Inggris.

Banyak yang bertanya-tanya, kamu cewek kok berani sekali sich traveling sendirian ke negri orang ? Hmmm… bagaimana ya jawabnya, sebenernya ini bukan permasalahan berani atau engga, tetapi ‘mungkin’ ataukah tidak. Saya type orang yang menaruh perasaan jauh-jauh dibelakang, logic comes first. Dengan nalar, seseorang wanita itu ‘bisa’ serta dapat untuk berjalan-jalan sendirian di Jepang. Selain itu Jepang ialah negara yang cukuplah aman untuk pelajan solo, termasuk juga wanita seperti saya. Kita akan dimudahkan dengan moda transportasi dengan panduan arah yang ada dimana saja serta info yang begitu komplet berada di internet yang dapat jadikan sumber rujukan.

Berburu Ticket Pesawat – 100% Air Asia

Semenjak mengawali traveling overseas, saya telah jatuh hati dengan Air Asia yang super baik hati membuat beberapa traveler semakin semangat berjalan-jalan sebab promosi nya. Tetapi sayang, untuk traveling kesempatan ini saya gak dapet promosi, sebab arah pertama ke Jepang ialah berburu salju. Air Asia memang tetap ngadain promo-promo miring, tetapi sayangnya kesempatan ini timingnya gak pas, kebetulan Air Asia ngadain promosi untuk keberangkatan dari pertama April, jadi saya putuskan untuk beli ticket normal Air Asia untuk keberangkatan akhir January 2017 di harga 4.2juta PP Jakarta – Tokyo Haneda. Jika dibanding di harga normal Garuda, Airasia ini masih sangat murah. Dengan Garuda, harga nya dapat sampai 7-8 juta PP loh. Sebetulnya, dengan ketetapan beli ticket PP Jakarta-Haneda ialah satu kekeliruan. Awalannya saya punya niat untuk berjalan-jalan irit saja di sekitaran Tokyo tak perlu keluarkan banyak cost untuk tranportasi ke luar Tokyo, tetapi saya baru sadar jika dengan 7 hari itu saya bisa menelusuri ke sejumlah kota, bukan sekedar Tokyo saja. 7 hari waktu yang cukuplah minimum untuk mengexplore 2 kota pada Tokyo serta Osaka, baru saya menyesal telah beli ticket PP Tokyo – Haneda, walau sebenarnya saya harusnya beli ticket Jakarta – Osaka serta pulangnya Tokyo – Jakarta. Tetapi tidak apalah.

Berburu Visa Jepang

FYI, saat ini pemerintah Jepang keluarkan kebijaksanaan membebaskan visa buat WNI pemegang e-paspor, tetapi jika paspor kalian masih tetap paspor biasa, kalian mesti apply visa seperti umumnya. Untuk info lebih komplet langsung bisa saja masuk ke web kedubes jepang ya. http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html. Visa ialah prasyarat harus untuk dapat traveling ke Jepang. Saya menjadi pemegang paspor biasa WNI dipusingkan dalam memastikan Visa manakah yang akan saya mengambil, apa visa biasa dengan proses serta prasyarat yang cukup susah. Atau saya upgrade paspor ke elektronik lantas saya apply visa waiver yang tiada prasyarat ? Dengan waktu 2 bulan, saya mesti benar-benar mengatur visa ini, jika salah langkah serta salah perhitungan agenda bisa-bisa saya tidak bisa visa sampai hari keberangkatan.

Saya putuskan untuk upgrade paspor biasa saya ke paspor elektronik, dengan keinginan bila paspor saya telah elektronik saya akan dpt keringanan dalam perjalanan-perjalanan setelah itu #ngarepmodeon. Akan tetapi dengan modal paspor elektronikpun belumlah langsung bisa pergi loh, harus tetap register visa waiver ke kedutaan Jepang. Tetapi sayangnya, untuk sekarang ini di kantor imigrasi Bandung belumlah dapat terima pembuatan paspor elektronik, hingga saya mesti ke Jakarta. Pada akhirnya saya diantar suami terkasih pagi-pagi buta langsung ke arah Jakarta Utara untuk lakukan upgrade paspor elektronik. Hasilnya begitu sederhana jika kita hadir dengan kriteria yang komplet. Click ya untuk tata cara membuat e-paspor atau upgrade e-paspor.

1 Minggu lalu, si hasben ambil paspor elektronik saya serta yeayy pada akhirnya paspor saya ada chipnya. Sesudah paspor elektornik berada di tangan, semingu lalu saya langsung bergegas ke kedutaan jepang untuk lakukan pendaftaran bebas visa (visa waiver). Hasilnya begitu sederhana, kita cuma diwajibkan isi form serta menyertakan paspor elektronik, satu hari lalu, paspor dapat diambil serta ada cap visa waivernya yang laku saat 3 tahun dengan waktu kunjungan saat 15 hari.

Pengaturan Itinerary

Sesudah ticket pesawat serta visa waiver berada di tangan, langkah setelah itu pengaturan itinerary. Ini sisi yang sangat mengambil alih pikiran dan waktu. Bagaimana tidak, dengan waktu sesaat 7 hari traveling itu saya ingin perjalanan kesempatan ini terkesan serta tidak terlewatkan, serta saya cuma miliki waktu kira-kira 2 bulan untuk menyiapkan semua. Saya mulai mencari beberapa jenis contoh itinerary di internet, menggabungkanya serta ambil sisi manakah saja yang perlu saya comotin. Waktu itu ikut saya mesti akan memutuskan untuk beli JR Pass ataukah tidak, naik bus atau naik shinkansen, manakah yang tambah murah manakah yang bertambah nyaman. Doh! betul-betul melelahkan otak.

Saat pengaturan itinerary ini, kita mesti rajin-rajin penelitian serta baca-baca website atau web rujukan. Dengan ticket pesawat PP Jakarta – Tokyo, saya mesti muter otak, bagaimana triknya agar saya dapat sekaligus juga mengexplore kota lainnya seperti Osaka atau Kyoto. Kepusingan juga makin bertambah saat saya mesti akan memutuskan, apa saya mesti beli JR Pass Rajapoker hingga saya tinggal duduk manis naik Shinkansen untuk transportasi Pulang Pergi dari Tokyo – Osaka/Kyoto atau saya ikutin beberapa rujukan website yang merekomendasikan memakai Willer Bus, jadi naik bus semaleman hingga saya dapat tidur di bus saat perjalanan serta mengirit cost fasilitas. Hmmm… bingungs ya? Selanjutnya saya hitung-hitung kembali, dengan beberapa perbandingan pengeluaran bila saya pakai Shinkansen yang cuma 3 jam perjalanan dari Tokyo – Osaka serta saya mesti bayar kembali fasilitas full di kota itu, atau gunakan bus malam di harga tambah murah hampir setengahnya, serta irit cost fasilitas sebab saya dapat tidur di bus. Sesudah dihitung-hitung perbedaanya kira-kira cuma 1 – 1.5juta. Memang cukup, tetapi saya ikut memperhitungkan kenyamanan, jika saya mesti tidur di bus semalaman dikalikan 2 malam, yakni cocok pergi ke Osaka/Kyoto serta cocok pulangnya ke Tokyo. Hmm akan begitu melelahkan bukan ? ditambah saya ini type orang yang gak dapat tidur di jalan.

Pada akhirnya saya akan memutuskan untuk memakai kereta Shinkansen serta beli JR Pass hingga jatohnya lebih irit.

Mengenai Japan Rail Pass
Buat yang belumlah tahu, JR Pass ialah 1 ticket sakti yang dapat dipakai untuk dapat naik kereta sepuasnya di Jepang, termasuk juga kereta super cepat Shinkansen. JR Pass bisa saja pilihan turis bila pada sebuah itinerary banyak kota yang didatangi serta semua memakai kereta. Ada banyak jenis JR Pass serta klasifikasinya.

JR Pass 7 Days dapat dipakai saat 7 hari di harga Ordinary seputar Rp. 3.400.000
JR Pass 14 Days dapat dipakai saat 14 hari di harga Ordinary seputar Rp. 5.500.000
JR Pass 21 Days dapat dipakai saat 21 hari di harga Ordinary seputar Rp. 7.000.000

Ada pula pilihan untuk Green Car atau kelas executive nya seperti first class jika di pesawat.
Akan tetapi dengan catatan, pemegang JR Pass tidak dapat memakai kereta Shinkansen Nozomi serta Mizohu. Ke-2 kereta ini ialah kereta executive non stop tokaido shinkansen dari Tokyo ke Osaka. Pilihannya, kita dapat pakai kereta Hikari akan tetapi dengan waktu tempuh yang lebih lama sebab berkunjung dahulu di beberap stasiun, tetapi jika dibanding dengan kereta di Indonesia sich masih lebih juara, bagaimana tidak, dari Tokyo – Osaka dengan jarak seputar 500 km, dapat ditempuh cukup dengan 3 jam saja. Jika naik bus dapat semaleman loh tiada macet.